Jumat, 15 November 2013

FORSA



Segala sepi rindu mengadu Segala lelap, senyap 


Memetik bulan di rusuk kiri :bulan dingin Kuserut salju menjadi api 


Hasrat jauh tertanam di gerigi nadi Angin memburu pecah belenggu 
Yang terparau ketika setan-setan sedang bergurau 
Ketika pertama kucumbu kau Celaka, mata mata terbuka matamatamatamatatamat ! :tamatlah kita di firdaus tempat bermuara segala haus 

Kembali sepi rindu mengadu Kembali lelap, senyap 

Di laut kucari kau, tiada Di danau kucari kau, tiada Di sabana rumput rumput patah Di gurun tinggal pasir berpindah Kau di padang yang mana? 

Waktu mengukir jejaknya di dahi Garis garis hitam jilatan matahari Tanda penantian 

Kemudian forsa memainkan perannya Menuntun langkah-jiwa perindu bermula Langit berpesta Menabuh muasal genderam rinai Menikam sikai, segala sepi retak kiri Bocah bocah menari di bumi 
Medan, 23 Nopember 2012 

N.K 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar