Segala sepi rindu mengadu Segala lelap, senyap
Memetik bulan di rusuk kiri :bulan dingin Kuserut salju menjadi api
Hasrat jauh tertanam di gerigi nadi Angin memburu pecah belenggu
Yang terparau ketika setan-setan sedang bergurau
Ketika pertama kucumbu kau Celaka, mata mata terbuka matamatamatamatatamat ! :tamatlah kita di firdaus tempat bermuara segala haus
Kembali sepi rindu mengadu Kembali lelap, senyap
Di laut kucari kau, tiada Di danau kucari kau, tiada Di sabana rumput rumput patah Di gurun tinggal pasir berpindah Kau di padang yang mana?
Waktu mengukir jejaknya di dahi Garis garis hitam jilatan matahari Tanda penantian
Kemudian forsa memainkan perannya Menuntun langkah-jiwa perindu bermula Langit berpesta Menabuh muasal genderam rinai Menikam sikai, segala sepi retak kiri Bocah bocah menari di bumi
Medan, 23 Nopember 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar