ah, kau seakan mewakili
isi hatiku
cahyamu bagai ingin terang sendiri kala waktu itu
pada
langit hitam dan kelam angin malam
kau urung sejenak,acuh
mengatur jarak
pada siapa enggan menggoda
bintang yg
mengerling berlalu sudah
seperti debu yg terhimpun lalu hilang
timbul diperaduan
ah,kau yg memang benar bermetamorfosa
tak sempurna
dulu,kau - sungguh itu - aku
yg gemar bermain
di kesendirian
di sudut ajimut
lalu merangkak ke pucukpucuk
bianglala
kita memuai
pada perbedaan yg hampir serupa
menyatu
dalam lingkup persamaan
ah, kau
rembulan kuning yg
beranjak kelabu
kau sungguh aku
yg mewakili isi hatiku
Medan, 23.12.2010
N.K