: Di Sebatang
Asap Kubertualang
Waktu terus berpacu
diantara
bara dan abu
ada risau yang terabaikan
saat ujung jemari
berkali
lentik memetik percik
dan tak pula berujung puas
disini
tegun ku nikmati
asap mengepul menikah siri
merentak
gemulai tarian si putih
di rongga-ronga hati
paru-paru dan
ventilasi
lalu pergi membentuk wujud tanpa bias
menggiring
pulas pada malam yang hampir tergilas
malam ini begitu
ringan
ku ingin terbang tanpa beban
ku ulur benang segumpal
kepal
benang panjang dari pembakaran
layanganku pun liar
melayang-layang
Medan, 21-09-2011
~ N.K
Tidak ada komentar:
Posting Komentar