Hanya sepenggal nada
pendek dan mata cokelat yang menari-nari
waktu mendadak terhenti
meski
perhelatan baru saja dimulai
dan hingar bingar yang perlahan
memadati ruang-ruang kosong perjamuan
sedari tadi masih sama kita
nikmati
dalam peraduan mata yang paling diam
mengalir
seperti riam
dum, ada yang meledak di sini
di hati
milyaran
atom sedang melepas energinya sendiri
dan meledak
bikin
sesak
aku ingat benar perasaan ini
rasa yang mampu
mengaduk duka dan suka menjadi satu
menjadikan hari makin berwarna
dulu
pernah pergi dan kini datang kembali
seperti ingat jalan pulang
kepada yang hak
jika tiada peng-andaian malam ini
yang
tergadai 'tlah beranjak jauh dan hati masih terbelenggu
kaca
pecah
remuk redam diriku memandang bayangan
bisik
bimbang datang berulang kali seperti rotasi
mendaur dan
pelan-pelan mendesir
pecah
merencah ladang gersang
mungkin
suara-suara itu akan segera pulang
di suatu sore, meski tanpa
undangan
lalu berlalu-lalang di ujung kepala
membawa kabar
gembira
atau sekedar menggoda
mengaduk gundah dan membuncah
Medan, 22 November 2011
Sajak N.K
Tidak ada komentar:
Posting Komentar