Selasa, 17 April 2012

PERTEMUAN PUTIH

Hanya sepenggal nada pendek dan mata cokelat yang menari-nari
waktu mendadak terhenti
meski perhelatan baru saja dimulai
dan hingar bingar yang perlahan memadati ruang-ruang kosong perjamuan
sedari tadi masih sama kita nikmati
dalam peraduan mata yang paling diam
mengalir seperti riam

dum, ada yang meledak di sini
di hati
milyaran atom  sedang melepas energinya sendiri
dan meledak
bikin sesak

aku ingat benar perasaan ini
rasa yang mampu mengaduk duka dan suka menjadi satu
menjadikan hari makin berwarna
dulu pernah pergi dan kini datang kembali
seperti ingat jalan pulang kepada yang hak

jika tiada peng-andaian malam ini
yang tergadai 'tlah beranjak jauh dan hati masih terbelenggu
kaca pecah
remuk redam diriku memandang bayangan

bisik bimbang datang berulang kali seperti rotasi
mendaur dan pelan-pelan mendesir
pecah
merencah ladang gersang

mungkin suara-suara itu akan segera pulang
di suatu sore, meski tanpa undangan
lalu berlalu-lalang di ujung kepala
membawa  kabar gembira
atau sekedar menggoda
mengaduk gundah dan membuncah




Medan, 22 November 2011 
Sajak N.K

Tidak ada komentar:

Posting Komentar