Jumat, 15 November 2013

FORSA



Segala sepi rindu mengadu Segala lelap, senyap 


Memetik bulan di rusuk kiri :bulan dingin Kuserut salju menjadi api 


Hasrat jauh tertanam di gerigi nadi Angin memburu pecah belenggu 
Yang terparau ketika setan-setan sedang bergurau 
Ketika pertama kucumbu kau Celaka, mata mata terbuka matamatamatamatatamat ! :tamatlah kita di firdaus tempat bermuara segala haus 

Kembali sepi rindu mengadu Kembali lelap, senyap 

Di laut kucari kau, tiada Di danau kucari kau, tiada Di sabana rumput rumput patah Di gurun tinggal pasir berpindah Kau di padang yang mana? 

Waktu mengukir jejaknya di dahi Garis garis hitam jilatan matahari Tanda penantian 

Kemudian forsa memainkan perannya Menuntun langkah-jiwa perindu bermula Langit berpesta Menabuh muasal genderam rinai Menikam sikai, segala sepi retak kiri Bocah bocah menari di bumi 
Medan, 23 Nopember 2012 

N.K 

NOIR








Biarkan saja aku tetap menjadi hitam
Biar kubisa mengisi ruang-ruang kosongmu
Dengan coretan-coretan yang akan membuat lembaran putihmu lebih berwarna.


23-06-2013
N.K

Kamis, 12 Juli 2012

HITUNGAN WAKTU DI DETAKAN JANTUNG



adakah waktu akan merambat pelan pada tubuh turunan
seperti detik-detik embun
yang menggelantungi ujung reranting lekung
sebelum akhirnya jatuh turun

di dalam jantungku ada degup yang suaranya menyerupai suaramu
yang selalu memanggil-manggil untuk merindukan sesuatu
pada tubuh waktu

dan ketika suatu waktu luapan itu pecah
ketika dimana rindu-rindu itu kembali meraja
semuanya takkan tertahan
semuanya takkan tertawar
hingga selepas malam pun mengheningkan parunya
takkan tahu hendak kemana mesti termuntah

pada satu terusan yang terlintas
ada garis-garis yang menghampar luas
hingga di sebatas mata menangkap bias
diantara setapak  jalan yang akan hilang ditelan tikungan.


Medan, 03-06-2012

Selasa, 17 April 2012

REMBULAN MEWAKILI ISI HATIKU

ah, kau seakan mewakili isi hatiku
cahyamu  bagai ingin terang sendiri kala waktu itu
pada langit hitam dan kelam angin malam
kau urung sejenak,acuh mengatur jarak
pada siapa enggan menggoda
bintang yg mengerling berlalu sudah
seperti debu yg terhimpun lalu hilang timbul diperaduan

ah,kau yg memang benar bermetamorfosa tak sempurna
dulu,kau -  sungguh itu  - aku
yg gemar bermain di kesendirian
di sudut ajimut
lalu merangkak ke pucukpucuk bianglala
kita memuai
pada perbedaan yg hampir serupa
menyatu dalam lingkup persamaan

ah, kau
rembulan kuning yg beranjak kelabu
kau sungguh aku
yg mewakili isi hatiku



Medan, 23.12.2010
N.K

AKU, CINTAKU, SEBUTIR DEBU

Dulu, Cintaku tak lebih dari Sebutir Debu 
lalu tumbuh berpuluh ribu menjadi aku, Merindu
saat Maya menjadikannya Nyata 
memupuk rasa di Keabsahan Sang Maha

tak perlu risau bila perkara Debu 
dimana Adam sebelum Debu?
 : bahkan Semesta pun terlahir dari seonggok Debu bernama Nebula 
Lantas menjadikannya keindahan yang menghidupkan
Matahari, Bumi, Bintang gemintang 
Batu-batu dicumbuhi Lumut-lumut 
menginangi Biota-biota hidup di dalamnya
evolusi-evolusi Hayati
Tanah, Air, Api, Udara 
Unsur Hidup Semesta yang tiap nafas Berzikir menyebut Asma
pinus-pinus pun berShaf-shaf  rapi di sepanjang Khatulistiwa
lalu aku, yang dulu Batu menjadi Debu setelah Luruh 

aku, yang dulu Batu menjadi Debu 
Memupuk rasa lalu Merindu 
Menjemput CintaMu



MEDAN, 15-04-2011 
~Sajak N.K

MATA HATI


Melihatmu tak sebatas bentuk
tak sebatas rupa
tak sebatas apa-apa yang tersirat di mata

melihatmu, jauh seperti membaca
mengeja
melirik tekateki
bilik-bilik tersembunyi
di balik ada-mu


Medan, 13-06-2011 
~Sajak N.K

DI SEBATANG ASAP KUBERTUALANG

: Di Sebatang Asap Kubertualang


Waktu terus berpacu
diantara bara dan abu
ada risau yang terabaikan
saat ujung jemari
berkali lentik memetik percik
dan tak pula berujung puas

disini tegun ku nikmati
asap mengepul menikah siri
merentak gemulai tarian si putih
di rongga-ronga hati
paru-paru dan ventilasi
lalu  pergi membentuk wujud tanpa bias
menggiring pulas pada malam yang hampir tergilas

malam ini begitu ringan
ku ingin terbang tanpa beban
ku ulur benang segumpal kepal
benang panjang dari pembakaran
layanganku pun liar melayang-layang




Medan, 21-09-2011
 ~ N.K