Sepasang mata bisu merajut kusut jaring prisma kelabu
menelan ragu di engkau;
rembulan biru
maka bermainlah kata-kata
di paruh bumi yang menganga
tersebut sebuah nama
membangun tiang dan lelap
pada dosa lama siapa yang membuka?
darah putih,
bersih di lingkaran
dijilati takdir yang menggaris lurus
tuan lupa hari ini adalah hutang kemarin
maka biarkanlah bejana itu retak dan memanjang
atau kutabur saja debu di anak-anak sungai
dan menganyutlah ke sana; Muara
Medan, 23-01-2012
N.K
Tidak ada komentar:
Posting Komentar