Senin, 06 Februari 2012

UNTUKMU, AKU PAYAH MELUPA

:Teruntuk Cha

UNTUKMU, AKU PAYAH MELUPA


Padahal bayang itu tak pernah legam
dari awal menyulut lilin hingga padam



Kau,
lantun sajak yang mengayun jauh
membisik rindu di telinga kiri
dengan senyum rekah delima

hendak  kemana kau bawa kunci itu?

kau,
suara-suara yang  terngiang jauh
makin gaduh, aku takut
kabut menelan jejakmu di ujung jalan itu

hendak kemana kau bawa kunci itu?

kau,
seperti yang hilang dan berjejak
kadang terasa dekat
seperti bau mulut di hela nafas,
atau bunyi jantung yang berdetak

hendak kemana kau bawa kunci itu?

malam ini malam setahun kau berlalu
sama seperti dulu
kelambumu terbentang lebar, basah disinari purnama
aku payah melupa
bayangmu seperti nafas penghadir kehidupan
mewujudlah di selah-selah rinai
mengalir di paritku yang penuh genangan
titi yang berdiri tegak itu kuat menahan arus
adalah tempat sebaik menyandar

kau,
membawa kunci dan pergi
jiwaku tersesat di serumpun ilalang
linglung diantara jalan bercabang

meski berpantang toleh ke belakang
apalah daya, mata latah terkenang jua




Medan, 16 Oktober 2011
~N.K

Tidak ada komentar:

Posting Komentar