:Teruntuk Cha
UNTUKMU, AKU PAYAH MELUPA
Padahal bayang itu tak pernah legam
dari awal menyulut lilin hingga padam
Kau,
lantun
sajak yang mengayun jauh
membisik rindu di telinga kiri
dengan
senyum rekah delima
hendak kemana kau bawa kunci itu?
kau,
suara-suara yang terngiang jauh
makin gaduh, aku takut
kabut menelan
jejakmu di ujung jalan itu
hendak kemana kau bawa kunci
itu?
kau,
seperti yang hilang dan berjejak
kadang
terasa dekat
seperti bau mulut di hela nafas,
atau bunyi
jantung yang berdetak
hendak kemana kau bawa kunci itu?
malam
ini malam setahun kau berlalu
sama seperti dulu
kelambumu
terbentang lebar, basah disinari purnama
aku payah melupa
bayangmu
seperti nafas penghadir kehidupan
mewujudlah di selah-selah rinai
mengalir
di paritku yang penuh genangan
titi yang berdiri tegak itu kuat
menahan arus
adalah tempat sebaik menyandar
kau,
membawa
kunci dan pergi
jiwaku tersesat di serumpun ilalang
linglung
diantara jalan bercabang
meski berpantang toleh ke
belakang
apalah daya, mata latah terkenang jua
Medan,
16 Oktober 2011
~N.K
Tidak ada komentar:
Posting Komentar