Yang mengalir jatuh perlahan seperti embun yang habis ditelan siang
dimana alur telah ditentukan
begitu juga jalan yang harus ditempuh
dan semua telah ada
kita terlahir bukan sebagai pemilih
betapa kita bingung menyusuri gang-gang licin
gang-gang bercabang
dan takdir selalu menggaris lurus
setiap yang terlahir membawa cerita sendiri
membawa garis yang telah tertulis di sana, dulu;
sebelum ada menjadikannya ada
ada menjadikannya kisah
kisah menjadikannya tiada
ada dan tiada bertumbuk di satu lembaran kisah yang sudah ada sebelum tiada
traktat kesefahaman baku
bagaimanakah faham bila tak tahu di-aku
apakah semua bercerita tentangnya
lantas siapa kita?
jika anak-anak air itu telah mengalir ke semua anak sungai
anak sungai lalu meliku-liku
ada tumpukan sampah menghadang
ada akar pohon melintang
ada yang mengambang
ada yang hanya sekedar hanyut
yang sial tergenang di rawa dan terbenam
dan bahagialah mereka yang telah tertulis dengan garis hanyut
landai arus membawa liku tanpa kecut
andaikah tiap sungai beralur lurus
seperti takdir yang menggaris lurus
tak mesti bercabang dan payah
bila ke muara payau juga.
Medan, 05-02-2012
N.K
Tidak ada komentar:
Posting Komentar