Senin, 06 Februari 2012

SAJAK SEBELUM SENJA

lung terbenam
kutemukan lazuardi di pucuk matamu yang paling dalam
bisu-mu lingga bertulis aksara 
bergelantung bak mayang sebelum lambai

mengapa mesti menunggu, kekasihku
merenung pun tak mencapai muntaha
kita hanya insan dalam laju perburuan
atas permainan yang tertuju entah pada siapa
sebab kehidupan adalah hijrah yang paling nyata
dari ada menuju tiada, kembali ada setelah tiada

seperti genggaman di lipatan saku
tak perlu menyangkal meski mata tak membaca
atau lupa adalah hal yang lumrah?

berlabuh lah di satu titik, lantas rampungkan
puzzle yang terserak mesti tersusun
sebelum raga tersantap waktu



Medan, 16,02,2011
~N.K

Tidak ada komentar:

Posting Komentar